Kepada Siapa Daging Aqiqah Dibagikan?

Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Fiqih Bayi bahwa dalam Jami-Nya, Imam Khallal berkata, Abdullah bin Ahmad telah mengatakan kepada kami bahwa ayahnya berkata, “aqiqah itu boleh dimakan dan sebagian lainnya dihadiahkan.”
Daging Aqiqah
Dalam konteks ini, siapa yang berhak menerima daging aqiqah? Sama seperti dalam kurban, fokus utamanya adalah memberikan kepada fakir miskin dan mustahiq. Anak-anak yatim dan kelompok dhuafa juga memiliki hak untuk menerima bagian dari daging aqiqah. Oleh karena itu, tak heran banyak keluarga yang merayakan aqiqah di panti asuhan atau panti jompo, karena pembagian daging aqiqah dapat mencapai sasaran yang tepat.

Selain mereka yang kurang mampu, tetangga dari keluarga yang mengadakan aqiqah juga berhak menerima bagian dari daging tersebut. Oleh karenanya, banyak yang mengadakan kegiatan seperti pengajian atau membagikan hidangan daging aqiqah kepada tetangga di sekitar rumah. Hadiah kepada tetangga dianggap sebagai cara untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka.

Sebuah hadis menjelaskan bahwa memberikan daging aqiqah kepada fakir miskin dianggap sebagai sedekah. Sementara memberikan kepada tetangga dianggap sebagai suatu hadiah yang membangkitkan kegembiraan. Ini terkait dengan sukacita keluarga atas kelahiran anak yang suci. Kegembiraan ini semakin bertambah saat tetangga juga ikut merasakannya.

Selain fakir miskin dan tetangga, siapa lagi yang berhak menerima daging aqiqah? Karena biasanya daging aqiqah melimpah, terutama jika anak yang diaqiqahi adalah seorang laki-laki, saudara-saudara yang jaraknya jauh namun masih memiliki hubungan darah dapat diundang atau diberikan bagian. Ini bisa menjadi hadiah yang menyenangkan bagi mereka.

Selain aspek pemberian hadiah, aqiqah dan pembagiannya juga memiliki nilai-nilai kebijaksanaan lainnya. Ini termasuk mempererat silaturahmi di antara saudara dan tetangga, serta memberikan kesempatan untuk bersyukur dan merenung setelah berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Semua ini juga berkontribusi pada doa-doa baik untuk si anak yang diaqiqahi.

Jika Anda ingin memudahkan proses pembagian, ada opsi untuk memilih paket aqiqah pada penyedia jasa aqiqah. Biasanya, jasa aqiqah tersebut menawarkan layanan untuk membagikan daging aqiqah dengan cara yang tepat dan terukur contohnya adalah penyedia jasa layanan Syamil Aqiqah

Oleh : Dzuria Hilma Qurotu Ain


Message Me On Whatsapp

4 Jenis Hewan Kurban untuk Aqiqah dalam Agama Islam: Mengenal Keistimewaannya

Dalam agama Islam, aqiqah merupakan salah satu ibadah yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang bayi. Aqiqah melibatkan peyembelihan hewan sebagai tanda pengorbanan dan membagi daging-daging kepada orang-orang yang membutuhkan.

Berikut adalah empat jenis hewan kurban yang umum digunakan dalam aqiqah, beserta keistimewaannya menurut ajaran agama islam:

Kambing: Kambing merupakan jenis hewan yang paling umum digunakan dalam aqiqah. Keistimewaan kambing terletak pada kesederhanaannya dan ketersediaannya. Sunnah Rasulullah Muhammad SAW juga menyarankan untuk menggunakan kambing dalam aqiqah. Selain itu, daging kambing memilik keberkahan, artinya banyak kebaikan pada daging kambing ini. Terdapat perintah agar kita memelihara dan memanfaatkan kambing karena padanya ada keberkahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah”[1. HR. Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah 2/417].

Domba: Domba juga merupakan pilihan yang umum dalam aqiqah. Keistimewaan domba terletak pada kemudahan perawatannya dan ukurannya yang lebih besar dibandingkan kambing. Rasulullah juga dianjurkan menggunakan domba dalam beberapa keadaan. Keberadaan hewan domba beserta manfaatnya ternyata sudah lama dijelaskan dalam kitab suci Alquran dan sains. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam kitab suci Alquran Surah An-Nahl Ayat 80: “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)-nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).

Sapi/Jantan Lembu: Sapi atau jantan lembu adalah pilihan yang lebih besar dan lebih berat daripada kambing atau domba. Keistimewaan sapi terletak pada bobot dagingnya yang lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan lebih banyak orang. Namun, karena ukurannya yang besar, sapi mungkin tidak selalu praktis dalam setiap aqiqah.

Unta: Meskipun kurang umum digunakan dalam aqiqah, unta juga bisa menjadi pilihan. Keistimewaan unta terletak pada kemampuannya untuk bertahan di lingkungan yang keras dan mampu memberikan daging dalam jumlah yang cukup banyak. Unta memiliki keistimewaan karena dikenal sebagai hewan yang penurut, yang dapat melayani tuannya dan menuruti setiap perintah tuanya dengan patuh.

Silakan konsultasi dan order langsung dengan Costumer Service kami, KLIK LINK DI BAWAH.



 

Penulis: Selviana